Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Nasional

Penguatan Nasionalisme Berbasis Budaya Nusantara Menuju Indonesia Masa Depan

×

Penguatan Nasionalisme Berbasis Budaya Nusantara Menuju Indonesia Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Penulis : Nadia Ramadani, PKC PMII Sumatera Utara

SIARNUSANTARA.ID – Nasionalisme merupakan kesadaran untuk mencintai bangsa, menjaga persatuan, menghargai keberagaman, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Dalam konteks nasional dan global, nilai kebangsaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Globalisasi, perkembangan teknologi, perubahan budaya, politik identitas, serta kesenjangan sosial dapat memengaruhi cara masyarakat memandang identitas dan kepentingan bangsa.

Salah satu tantangan utama adalah masuknya budaya global yang berlangsung sangat cepat. Pertukaran budaya memberikan peluang untuk memperluas wawasan, tetapi juga dapat melemahkan kecintaan terhadap budaya Nusantara apabila tidak disertai kemampuan menyaring pengaruh luar.sehingga itu budaya lokal harus diposisikan sebagai sumber identitas dan kekuatan nasional. Nilai gotong royong, musyawarah, toleransi, solidaritas, dan penghormatan terhadap keberagaman perlu terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.

Perkembangan media sosial juga menghadirkan tantangan baru dalam hal Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi, dan politik identitas yang dapat memicu perpecahan. Sehingga Strategi yang diperlukan adalah memperkuat literasi digital agar masyarakat mampu memeriksa informasi, berpikir kritis, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Ruang digital harus diarahkan menjadi sarana pendidikan, kreativitas, dan penguatan persatuan.

Penguatan nilai kebangsaan juga harus dilakukan melalui pendidikan. Pendidikan kebangsaan tidak cukup berupa hafalan sejarah dan simbol negara tetapi, harus membentuk karakter, sikap toleran, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai warga negara. Generasi muda harus memahami bahwa mencintai Indonesia berarti menjaga persatuan sekaligus berani memperbaiki berbagai persoalan bangsa.

Selain itu, nasionalisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti gotong royong, menjaga lingkungan, mendukung ekonomi masyarakat, menghargai perbedaan, serta berpartisipasi dalam pembangunan. Nasionalisme akan menjadi kuat apabila masyarakat merasakan adanya keadilan, kesempatan, dan kesejahteraan. Karena itu, penguatan nasionalisme harus berjalan seiring dengan perjuangan mewujudkan keadilan sosial.

Dalam menghadapi masa depan, Indonesia membutuhkan nasionalisme yang terbuka, inklusif, dan berakar pada budaya sendiri. Generasi muda harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta berkompetisi secara global tanpa kehilangan identitas kebangsaannya. Dengan menjadikan budaya sebagai akar, persatuan sebagai kekuatan, dan generasi muda sebagai penggerak, nilai kebangsaan dapat tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Pada akhirnya, meneguhkan nilai kebangsaan bukan sekadar mempertahankan simbol, tetapi membangun kesadaran dan tindakan bersama. Nasionalisme yang kuat adalah nasionalisme yang mampu menjaga identitas, menghargai keberagaman, melawan perpecahan, memperjuangkan keadilan, dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, berdaulat, dan bermartabat di tingkat nasional maupun global. (SN)