Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Regional

Revitalisasi Tambak Pantura Masuk Tahap Verifikasi, Buka Peluang Lapangan Kerja bagi Masyarakat Bekasi

×

Revitalisasi Tambak Pantura Masuk Tahap Verifikasi, Buka Peluang Lapangan Kerja bagi Masyarakat Bekasi

Sebarkan artikel ini
Dok. Pemprov Jabar

SIARNUSANTARA.ID – KAB. BEKASI – Revitalisasi kawasan tambak Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat di Kabupaten Bekasi telah memasuki tahap verifikasi dan diproyeksikan membuka peluang kerja bagi masyarakat pesisir.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan, Pemkab Bekasi menyiapkan keterlibatan sejumlah perangkat daerah dalam tim terpadu sebagai langkah awal pembentukan satuan tugas (Satgas) untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Program revitalisasi Pantura Jawa Barat sudah memasuki tahap verifikasi. Tugas tim terpadu ini melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait. Selanjutnya, akan dibentuk Satgas untuk mendukung pelaksanaannya,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).

Menurut Endin, revitalisasi Pantura Jawa Barat sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja.

Berdasarkan perencanaan, kawasan revitalisasi tambak di Kabupaten Bekasi mencakup lebih dari 4.000 hektare tambak aktif.

Pengembangan kawasan tersebut diproyeksikan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga berpotensi membantu mengurangi pengangguran di Kabupaten Bekasi.

“Karena memang kawasan yang akan dikembangkan cukup luas yaitu sekitar 4.000 hektare lebih. Kebutuhan tenaga kerjanya diperkirakan mencapai puluhan ribu. Ini menjadi peluang yang harus kita manfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Camat Muaragembong Sukarmawan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung revitalisasi tambak agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik.

“Proyek strategis nasional revitalisasi tambak Pantura ini sudah di depan mata dan akan segera dilaksanakan. Mari kita dukung bersama agar seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar,” ungkapnya.

Sukarmawan menilai, pengembangan lebih dari 4.000 hektare tambak aktif merupakan peluang bagi masyarakat, terutama warga pesisir yang berpotensi terlibat dalam pembangunan maupun operasional kawasan.

Ia juga mengingatkan para kepala desa agar mempersiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat sejak dini.

Hal tersebut penting agar warga memiliki kemampuan untuk mengambil bagian dalam program yang diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja tersebut.

“Jangan sampai peluang ini disia-siakan. Masyarakat harus mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan agar bisa mengambil bagian dalam program revitalisasi tambak ini,” ungkapnya.

Melalui pembentukan tim terpadu dan rencana Satgas, Pemkab Bekasi berharap pelaksanaan program dapat berjalan terkoordinasi serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program tersebut juga diharapkan meningkatkan produktivitas sektor perikanan dan membuka lapangan kerja di wilayah pesisir.

Sebagai informasi, revitalisasi tambak Pantura merupakan bagian dari PSN yang berfokus pada penataan dan pengembangan kawasan budi daya perikanan, dengan sektor kelautan dan perikanan sebagai leading sector melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Program ini dirancang untuk menangani dua persoalan utama di kawasan utara, yakni kerusakan ekologi pesisir akibat abrasi dan degradasi lingkungan, serta belum optimalnya pemanfaatan kawasan ekonomi perikanan atau tambak produktif.

Revitalisasi diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tambak, memperkuat sektor perikanan budi daya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di kawasan pesisir.

Di Jawa Barat, program tersebut mencakup empat kabupaten, yaitu Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu.

Pengembangan kawasan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan budi daya, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta membuka peluang kerja baru.