Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Nasional

Menag Sebut Pembangunan Bangsa Butuh Fondasi Spiritual yang Kokoh

×

Menag Sebut Pembangunan Bangsa Butuh Fondasi Spiritual yang Kokoh

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) memimpin Do'a bersama dalam kegiatan onsolidasi Nasional Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), di Jakarta. Jum'at, (7/8/2026). Dok. Kemenag



SIARNUSANTARA.ID – JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak cukup ditopang oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, maupun bonus demografi semata. Menurutnya, pembangunan bangsa juga membutuhkan fondasi spiritual yang kokoh agar mampu menghadapi berbagai tantangan global dan menjaga persatuan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat memimpin doa dalam koridor agama Islam saat kegiatan Konsolidasi Nasional Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS). Doa bersama itu turut diikuti perwakilan enam agama lainnya, yakni Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Khonghucu, sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina FORMAS Hasyim S. Djojohadikusumo, Ketua Dewan FORMAS Handojo Budhisedjati, Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Erman Suparno, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemimpin organisasi kemasyarakatan.

Dalam doanya, Menag memohon agar bangsa Indonesia diberikan kekuatan menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun global. Ia menegaskan bahwa sebesar apapun tantangan yang dihadapi, bangsa Indonesia akan mampu melewatinya apabila tetap menjaga persatuan dan mendapat bimbingan Tuhan Yang Maha Esa.

“Sebesar apa pun tantangan yang kami hadapi, insyaallah dapat kami lalui dengan baik jika mendapat petunjuk dan pertolongan dari-Mu,” ujarnya di Jakarta, Jum’at (7/8/2026).

Doa yang dipanjatkan Menag juga memuat harapan agar Indonesia senantiasa berada dalam suasana damai dan tenteram. Selain itu, ia memohon perlindungan bagi para pemimpin bangsa yang mengemban tanggung jawab besar dalam mengelola negara di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan geopolitik yang semakin kompleks.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah upaya Indonesia menyiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045. Berbagai kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga oleh kuatnya modal sosial berupa kepercayaan, persatuan, dan kerukunan masyarakat.

Bagi Kementerian Agama, kerukunan umat beragama merupakan salah satu fondasi penting pembangunan nasional. Kerukunan tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas sosial, tetapi juga menciptakan ruang yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Menag menilai upaya membangun Indonesia Emas harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter, etika, dan spiritualitas masyarakat. Kemajuan yang dicapai bangsa akan memiliki makna lebih besar apabila dibarengi dengan meningkatnya kualitas kehidupan sosial dan moral masyarakat.

Melalui momentum Konsolidasi Nasional FORMAS, Menag kembali menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau besarnya kekuatan ekonomi. Lebih dari itu, masa depan bangsa juga ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai kompas dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.