SIARNUSANTARA.ID – Agam, 14 Agustus 2026 — Pemulihan masyarakat pascabencana di Kabupaten Agam terus diperkuat tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan menghidupkan kembali sumber penghidupan warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dan Pemerintah Kabupaten Agam mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal melalui Program Klasterisasi 2026. Program tersebut dilaksanakan melalui Klaster Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau di Huntara Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, serta Klaster Olahan Pinang Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Melalui pelatihan, pendampingan, dukungan sarana produksi, hingga akses pembiayaan, PNM mendorong masyarakat terdampak bencana agar dapat kembali produktif dan memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Pada Klaster Olahan Ikan Danau Maninjau, PNM bersama Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Ketahanan Pangan telah memberikan tiga kali pelatihan kepada kelompok masyarakat Huntara Linggai untuk mengembangkan ikan asap sebagai produk bernilai tambah. PNM juga memberikan dukungan berupa oven pengasapan serta membuka akses pembiayaan tanpa agunan sesuai ketentuan untuk mendukung kebutuhan modal kerja kelompok. Pendampingan serupa dilakukan dalam Klaster Olahan Pinang Salareh Aia dengan menghadirkan akademisi Fakultas Pertanian Universitas Andalas untuk memperkuat keterampilan pengolahan dan kapasitas produksi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, PNM turut memberikan bantuan oven, pisau pemotong pinang, dan genset, sekaligus meninjau usaha pengolahan pinang milik pelaku usaha lokal yang telah memiliki jaringan pemasok bahan baku.
Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja menilai pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu kembali membangun sumber penghidupan secara mandiri. Sementara itu, Pemimpin Cabang PNM Padang Hendra Jalius menambahkan bahwa dukungan PNM diarahkan agar potensi yang telah dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. “Pemulihan ekonomi tidak berhenti ketika bantuan diberikan. Yang ingin didorong PNM adalah bagaimana masyarakat kembali memiliki kemampuan untuk menghasilkan, mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya, dan perlahan membangun kemandirian ekonomi setelah bencana,” ujar Hendra.
Pemerintah Kabupaten Agam turut mengapresiasi kolaborasi BNPB dan PNM dalam memperkuat ekonomi masyarakat terdampak. Asisten II Adrinaldi menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendukung upaya masyarakat untuk kembali bangkit. “Pemda Agam selalu mendukung masyarakat agar bisa bangkit dari bencana yang telah berdampak kepada kehidupan mereka. Kami berterima kasih kepada BNPB, PNM, dan seluruh mitra yang telah membantu serta memberikan dukungan kepada masyarakat melalui berbagai program,” ujarnya. Melalui pengembangan ikan Danau Maninjau hingga pinang Salareh Aia, PNM berharap potensi lokal tidak hanya menjadi sumber pemulihan ekonomi sesaat, tetapi tumbuh menjadi usaha produktif yang membuka pasar, memperkuat pendapatan keluarga, dan mengembalikan harapan masyarakat Agam untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.














