Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Nasional

Kinerja Publikasi Global PTKIN Naik Signifikan pada 2025–2026

×

Kinerja Publikasi Global PTKIN Naik Signifikan pada 2025–2026

Sebarkan artikel ini

SIARNUSANTARA.ID – Jakarta – Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama, Prof. Sahiron, menyampaikan bahwa kinerja publikasi internasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menunjukkan tren yang sangat positif dalam dua tahun terakhir. Hal tersebut terlihat dari peningkatan jumlah dokumen ilmiah dan sitasi internasional yang terindeks Scopus pada periode 2025–2026.

Menurut Prof. Sahiron, capaian tersebut menjadi indikator penting meningkatnya budaya akademik, produktivitas riset, serta reputasi global PTKIN di tingkat internasional.

“Peningkatan publikasi dan sitasi internasional ini menunjukkan bahwa PTKIN semakin aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan percakapan akademik global. Ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang kualitas, relevansi, dan dampak keilmuan,” ujar Prof. Sahiron melalui pesan singkat, Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan data Scopus dan SciVal tahun 2025–2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mencatatkan kinerja tertinggi pada kategori scholarly output dengan total 426 dokumen internasional. Posisi berikutnya ditempati UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan 415 dokumen, serta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan 351 dokumen.

Sementara pada kategori sitasi internasional, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menempati posisi tertinggi dengan total 898 sitasi. Disusul UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan 502 sitasi dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebanyak 442 sitasi.

Prof. Sahiron menilai capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan ekosistem riset yang terus dibangun di lingkungan PTKIN, mulai dari peningkatan kapasitas dosen, kolaborasi internasional, dukungan jurnal bereputasi, hingga penguatan tata kelola penelitian.

“Kami terus mendorong PTKIN agar tidak hanya fokus pada kuantitas publikasi, tetapi juga kualitas riset yang memberikan solusi atas persoalan masyarakat, bangsa, dan dunia Islam kontemporer,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu sebagai strategi memperkuat posisi PTKIN dalam peta pendidikan tinggi dunia.

Menurutnya, publikasi internasional menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan reputasi akademik kampus, memperluas jejaring keilmuan global, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan studi Islam moderat dan transformatif.

“Ke depan, kami berharap capaian ini dapat terus meningkat melalui sinergi seluruh sivitas akademika PTKIN. Budaya riset harus menjadi napas akademik kampus agar PTKIN mampu menjadi pusat unggulan keilmuan Islam di tingkat dunia,” tambahnya.

Secara keseluruhan, data menunjukkan total scholarly output PTKIN pada periode 2025–2026 mencapai 2.241 dokumen, dengan total sitasi internasional sebanyak 3.075 sitasi. Capaian tersebut memperlihatkan semakin kuatnya kontribusi PTKIN dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *