SIARNUSANTARA.ID – Program Masjid Ramah Pemudik mulai beroperasi di sejumlah wilayah. Di Bekasi misalnya, ada tiga masjid yang membuka layanan 24 jam bagi pemudik, salah satunya Masjid Besar Al-Hidayah, Cikarang Barat. Operasinal layanan di masjid ini dibuka pada Jumat sore (13/3/2026).
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut program nasional Masjid Ramah Pemudik yang telah diluncurkan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii di kantor pusat Kementerian Agama Jakarta pada 11 Maret 2026.
Menurut Muchlis, program ini merupakan ikhtiar Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh menjelang Idulfitri.
“Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan layanan keagamaan yang nyata dirasakan masyarakat. Kita ingin memastikan para pemudik dapat beristirahat dengan aman, nyaman, dan melanjutkan perjalanan dalam kondisi yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali fungsi sosial masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan dan kepedulian sosial bagi masyarakat. Muchlis juga mengingatkan agar program ini tidak dipandang sekadar sebagai tugas administratif, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan, sosial, dan kemanusiaan.
“Melayani pemudik bukan sekadar kegiatan operasional. Ini adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan, sosial, dan kemanusiaan kita,” katanya. Karena itu, ia mengapresiasi para penyuluh agama dan relawan yang terlibat dalam layanan Masjid Ramah Pemudik. Ia juga mengingatkan agar pelayanan ini dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Jangan berkecil hati jika pada sepuluh hari terakhir Ramadan nanti tidak bisa sepenuhnya beribadah di masjid karena harus melayani para pemudik. Membantu sesama yang sedang dalam perjalanan juga merupakan bagian dari ibadah yg sangat mulia,” ujarnya.
Melalui program ini, para pemudik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan di masjid, antara lain tempat ibadah, ruang istirahat, layanan kesehatan, takjil berbuka puasa, konsultasi keagamaan bagi musafir, hingga fasilitas pendukung perjalanan seperti pengisian bahan bakar dan kebutuhan logistik sederhana.
Program Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari gerakan nasional Kementerian Agama yang melibatkan ribuan masjid di berbagai daerah sebagai titik layanan singgah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, sekaligus menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pelayanan umat. (PR/SN)














