SIARNUSANTARA.ID – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyampaikan pernyataan terkait situasi terkini dirinya dan ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Dalam telekonferensi yang disaksikan para Pejabat Pimpinan Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) di Jakarta, Rabu (04/03). Mugiyanto menegaskan komitmennya untuk tetap mendampingi WNI dan tidak menempuh jalur evakuasi mandiri demi keselamatan pribadi.
Ia mengakui situasi masih diliputi ketidakpastian terkait perkembangan konflik. Namun demikian, Mugiyanto meyakini fasilitas sipil tidak akan menjadi sasaran serangan. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam mendorong perdamaian, setelah adanya komunikasi antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Emir Qatar, serta Menteri Luar Negeri RI Sugiono dengan Menteri Luar Negeri Iran.
Meski memiliki keinginan untuk segera kembali ke Jakarta bersama Direktur Kepatuhan Hak Asasi Manusia Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha Siti Fajar, Mugiyanto menolak opsi kepulangan melalui jalur alternatif yang ditawarkan. “Saya tidak mau memaksa kembali pulang dengan mencari jalan sendiri dan seolah-olah menyelamatkan diri pribadi. Saya tidak mau seperti itu,” tegasnya.
Berdasarkan laporan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Qatar, terdapat sekitar 27.000 WNI yang tinggal di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 135 orang dilaporkan tertahan di Bandara Internasional Hamad dan belum dapat melanjutkan perjalanan. Mugiyanto menegaskan bahwa keberadaannya di sana merupakan bentuk tanggung jawab dan kebersamaan dengan para WNI.
Melalui jalur diplomatik, pemerintah terus memantau perkembangan situasi guna memastikan keselamatan seluruh WNI di kawasan tersebut.














