SIARNUSANTARA.ID – Masjid Jami’ Al-Azhar Jakapermai sore itu tampak lebih ramai. Di penghujung Ramadan, masjid ini menjadi tempat singgah sementara para pemudik.
Saat lelah perjalanan mendera pemudik, masjid ini hadir sebagai oase yang menawarkan lebih dari sekadar tempat bernaung, ia menawarkan kehangatan sebuah “rumah” bagi mereka yang sedang dalam perjalanan menjemput rindu ke tanah ibu.
Suasana semakin hangat saat Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, hadir langsung meninjau fasilitas salah satu “Masjid Ramah Pemudik” tersebut. Tak ada sekat, Menag membaur dan menyapa para musafir yang tengah beristirahat.
“Siapa di sini yang mudik?” tanya Menag dengan nada akrab. Pertanyaan itu seketika disambut sorai riuh masyarakat. Ada yang menjawab naik motor, bus, hingga kereta. Senyum merekah di wajah-wajah letih para perantau maupun warga asli sekitar yang ikut berkumpul untuk sekedar berburu takjil.
Menag pun menitipkan pesan dan doa tulus bagi mereka yang akan menempuh perjalanan jauh. “Jadi Bapak Ibu semuanya, hati-hati di jalan, saya doakan semoga selamat sampai tujuan. Semoga dapat berkumpul dengan keluarganya dan bahagia, dan insyaallah dapat berlebaran bersama. Salam kami untuk keluarganya,” tutur Menag dengan senyum, Rabu (18/3/2026).
Tak lupa, Menag memberikan empati terdalam bagi mereka yang tahun ini harus mengubur keinginan pulang kampung. Beliau mengajak agar jarak fisik tidak memutus aliran doa untuk orang tua di kampung halaman.
“Untuk Bapak Ibu yang tidak pulang kampung, yang tidak sempat, doakan orang tuanya di sana. Semoga mereka mendapatkan berkah juga, semoga amal jariahnya dilipatkan pahalanya, dan juga semoga diampuni semua dosa-dosanya,” pesan beliau.
Pelayanan di masjid ini pun mendapat apresiasi langsung dari para pemudik. Ade, salah satu pemudik sepeda motor yang menempuh rute Tangerang menuju Indramayu bersama rombongan keluarga sebanyak lima orang, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang ada.
“Untuk pelayanan di Masjid Ramah Pemudik, khususnya di Masjid Al-Azhar ini sih, bagus banget. Disediakan takjil hingga nasi kotak,” ungkap Ade dengan wajah sumringah.
Sebagai sesama pengguna jalan, Ade juga berbagi tips bagi para pemudik lain yang melintasi jalur legendaris Pantura. “Untuk para pemudik lainnya, khususnya yang melewati Pantura, biasanya para pemotor agar berhati-hati ya. Jangan dipaksakan jika ngantuk dan lelah, bisa istirahat di masjid-masjid terdekat, dan juga waspada dengan kondisi jalan yang rusak,” pungkasnya.
Selain Masjid Jami’ Al-Azhar, terdapat 6.859 masjid ramah pemudik di seluruh Indonesia yang siap dalam memberikan layanan bagi pemudik pada Lebaran 1447 H. Program ini disiapkan untuk memberikan layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Melalui program tersebut, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan simbol kepedulian negara dan sesama dalam memastikan perjalanan suci menuju kemenangan berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.














