Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Regional

STRATEGI PLN UIW PAPUA DAN PAPUA BARAT HADIRKAN ENERGI BERKEADILAN

×

STRATEGI PLN UIW PAPUA DAN PAPUA BARAT HADIRKAN ENERGI BERKEADILAN

Sebarkan artikel ini

Siarnusantara.id – Papua dan Papua Barat merupakan wilayah dengan bentang alam yang mempesona sekaligus menantang. Gunung menjulang, lembah yang dalam, hingga kampung-kampung yang terpencil di tepi laut membuat wilayah ini penuh cerita. Namun di balik semua itu, ada satu kebutuhan mendasar yang harus hadir di setiap rumah dan ruang publik, listrik.

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat tetap menjaga pasokan listrik agar andal dan merata hingga kawasan pelosok. Melalui strategi inovatif, pemanfaatan energi baru terbarukan, serta layanan digital modern, PLN berupaya menghadirkan listrik tanpa membebani masyarakat.

Menyadari pentingnya energi listrik bagi kehidupan masyarakat, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat terus
bekerja keras menjaga keandalan pasokan, meningkatkan efisiensi, dan merumuskan strategi inovatif agar listrik tidak hanya hadir di kota besar, tetapi juga menyapa kampung-kampung terpencil. Melahirkan cerita-cerita keceriaan, hingga mampu menggerakkan perekonomian kedua provinsi tersebut.

Bagi General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Diksi Erfani Umar, keandalan pasokan listrik adalah kunci pembangunan di Bumi Cenderawasih. “Papua memiliki medan yang sangat menantang dengan wilayah yang luas dan banyak daerah terpencil. PLN berupaya memastikan pasokan listrik tetap stabil dan andal melalui peningkatan kapasitas pembangkit, penguatan jaringan distribusi, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pengembangan SDM pegawai PLN,” jelas Diksi.

Langkah tersebut bukan sekadar strategi teknis, melainkan juga sebuah komitmen. Karena di Papua, mengalirkan listrik tidak hanya soal kabel dan tiang, melainkan tentang tekad agar cahaya bisa menembus hutan lebat, lembah curam, hingga pesisir
terpencil. Dampak masuknya listrik ke kampung-kampung terpencil terasa begitu nyata. Menurut Diksi, listrik bukan sekadar cahaya di malam hari, melainkan penggerak roda kehidupan.

PLN membangun komunikasi erat dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan kepala suku.

“Dulu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat terbatas karena ketiadaan listrik. Kini, UMKM bisa berinovasi dengan mesin yang ditenagai listrik. Anak-anak belajar hingga malam tanpa bergantung pada pelita. Puskesmas beroperasi 24 jam, obat-obatan tersimpan dengan aman, dan lingkungan lebih terang serta aman berkat penerangan jalan,” ungkapnya kepada Siar Nusantara meyakinkan.

Listrik menghadirkan perubahan mendasar, pendidikan yang lebih baik, aktivitas ekonomi yang lebih produktif, hingga kehidupan sosial yang lebih hidup. Sejalan dengan tren global menuju energi bersih, PLN juga melirik potensi besar energi baru terbarukan (EBT) di Papua. Mulai dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dibangun untuk memenuhi kebutuhan di daerah-daerah terpencil. “Inovasi seperti SuperSUN terus kami dorong di wilayah remote yang sulit dibangun jaringan listrik konvensional,” tambah Diksi.

Upaya ini bukan hanya solusi teknis, tetapi juga bagian dari visi menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat,
tanpa terkecuali. PLN UIW Papua dan Papua Barat memahami, akses listrik adalah hak seluruh warga, termasuk mereka yang berada di daerah terisolasi. Karena itu, solusi fleksibel diterapkan melalui off-grid berbasis EBT, serta program sosial seperti Light Up The Dream yang menghadirkan listrik gratis untuk masyarakat prasejahtera. “Energi berkeadilan adalah komitmen kami. Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dari cahaya listrik,” tegas Diksi.

Kemajuan teknologi juga dimanfaatkan PLN untuk menghadirkan layanan modern dan transparan. Aplikasi PLN Mobile menjadi pintu layanan yang memudahkan masyarakat melakukan berbagai kebutuhan, mulai dari pembelian token, tambah daya, pengaduan gangguan, hingga pasang baru. Hingga 29 Agustus 2025, tercatat 263.047 pelanggan di Tanah Papua telah menggunakan aplikasi ini. Dengan begitu, kehadiran listrik tidak hanya terasa dalam bentuk cahaya, tetapi juga kemudahan layanan yang modern dan adaptif.

Di Papua, keberhasilan program elektrifikasi tidak bisa dilepaskan dari kearifan lokal. PLN membangun komunikasi erat dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan kepala suku. Melalui dialog humanis, PLN bukan hanya menyampaikan rencana, tapi juga mendengarkan aspirasi dan kekhawatiran masyarakat. “Kami percaya kolaborasi ini penting. Pemerintah mendukung dari sisi kebijakan, sementara masyarakat lokal kami libatkan sebagai mitra strategis,” kata Diksi.

Diakui Diksi, dengan medan yang sulit dan biaya operasional tinggi, PLN menghadapi tantangan berat. Namun, untuk menjawab itu, efisiensi tetap menjadi prioritas tanpa membebani masyarakat. “Kami fokus pada pemeliharaan proaktif untuk mencegah kerusakan besar. Ini lebih hemat biaya dan tetap menjaga keandalan pasokan. Di sisi lain, pemanfaatan energi
terbarukan mengurangi beban operasional jangka panjang,” ujarnya.

PLN UIW Papua dan Papua Barat terus melangkah, menghadirkan listrik di tanah dengan medan ekstrem sekalipun. Bagi
masyarakat, listrik adalah simbol harapan dan kemajuan. Dan bagi PLN, setiap kabel yang terpasang, setiap cahaya yang menyala, merupakan bukti komitmen, Papua berhak mendapatkan energi berkeadilan, sama seperti daerah lain di Indonesia. “Listrik adalah fondasi peradaban modern. Kami di PLN UIW Papua dan Papua Barat berkomitmen memastikan cahaya itu tetap menyala, hingga ke pelosok paling terpencil sekalipun,” tutup Diksi Erfani Umar yakin. (SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *