Siarnusantara.id – Siapa tidak kenal dengan Tanah Papua. Kaya akan potensi alam, tapi medan geografisnya ekstrem. Sering menjadi tantangan utama dalam menghadirkan layanan dasar, termasuk akses terhadap listrik. Di tengah tantangan tersebut, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat hadir sebagai ujung tombak perubahan. Melalui komitmen kuat dan kerja keras tak kenal lelah, PLN terus mewujudkan elektrifikasi yang andal, merata, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh penjuru Tanah Papua.
PLN UIW Papua dan Papua Barat di bawah kepemimpinan General Manager Diksi Erfani Umar, terus melakukan serangkaian langkah nyata untuk menjawab tantangan elektrifikasi. Di antaranya adalah dengan meningkatkan kapasitas pembangkit baik skala besar maupun kecil (isolated), memperkuat jaringan distribusi, serta menerapkan digitalisasi dalam sistem pengelolaan kelistrikan. “Kami tidak hanya membangun pembangkit, tapi juga memanfaatkan potensi energi terbarukan lokal seperti surya, air, dan biomassa untuk menjawab kebutuhan listrik berkelanjutan di daerah terpencil,” ujar Diksi kepada Siar Nusantara.
PLN UIW Papua dan Papua Barat terus berkontribusi nyata untuk menjawab tantangan elektrifikasi di wilayah tersebut. Upayanya, meningkatkan kapasitas pembangkit baik skala besar maupun kecil (isolated), memperkuat jaringan distribusi, sertamenerapkan digitalisasi pengelolaan kelistrikan.
Tak hanya itu, PLN juga menekankan pengembangan sumber daya manusia dengan meningkatkan kompetensi para pegawai serta mitra kerja PLN. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa keandalan sistem tidak hanya dibangun dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas SDM yang mengelolanya. Salah satu tonggak penting dalam upaya elektrifikasi Papua adalah program listrik desa (Lisdes), yang secara konsisten dijalankan PLN sebagai bagian dari program strategis nasional. Hingga Juni 2025, rasio elektrifikasi (RE) di Tanah Papua telah mencapai 97,58 persen, sementara rasio desa berlistrik (RDB) menyentuh angka 99,40 persen. Dari total 7.361 desa, kini hanya tersisa 44 desa yang belum menikmati layanan listrik.
Angka-angka tersebut menunjukkan progres signifikan, namun juga menyiratkan kerja keras yang dilakukan PLN di wilayah dengan akses yang sangat terbatas. Distribusi peralatan hingga ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) bukan perkara mudah, apalagi di daerah yang hanya dapat dijangkau dengan helikopter atau jalur air. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat para petugas lapangan PLN, yang rela menembus medan terjal demi menyalakan harapan warga.
Pendekatan partisipatif ini adalah kunci. Tantangan Papua sangat kompleks, mulai dari sosial-budaya, keamanan, hingga lingkungan. Kami tidak mungkin jalan sendiri.
Modernisasi layanan menjadi fokus berikutnya. Melalui aplikasi PLN Mobile, pelanggan kini bisa melakukan berbagai aktivitas kelistrikan langsung dari genggaman tangan. Mulai dari pengaduan gangguan, pembelian token, tambah daya, hingga permohonan pasang baru yang dapat diakses tanpa harus datang ke kantor PLN. Hingga pertengahan Juli 2025, sebanyak 261.039 pelanggan PLN di Tanah Papua telah menggunakan aplikasi ini, mencerminkan adopsi teknologi yang terus tumbuh.
Transformasi digital ini tidak hanya memudahkan pelayanan, tapi juga menjadi jembatan komunikasi dua arah antara PLN dan pelanggan, membangun transparansi, serta mempercepat penanganan gangguan. Inovasi juga menjadi senjata PLN UIW
Papua dan Papua Barat dalam menghadapi medan berat Papua. Salah satu terobosannya adalah pengembangan GRITA (Grid Resiliency and Information Technology for Automation), yang memungkinkan pemantauan distribusi kelistrikan secara realime. Dengan modul SCADA+, sistem ini mampu mendeteksi gangguan lebih cepat dan presisi, memudahkan petugas dalam merespons situasi darurat dilapangan.
Sementara untuk daerah yang belum terjangkau jaringan konvensional, PLN menghadirkan SuperSUN (Sorong Ultimate for Electrifying – Surya Power Solusi untuk Negeri). Perangkat portabel berbasis tenaga surya ini dirancang untuk dapat menyala 24 jam, lengkap dengan sistem penyimpanan lithium battery. Dengan biaya instalasi minimal, SuperSUN menjadi solusi cerdas bagi elektrifikasi wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. PLN menyadari bahwa menghadirkan listrik tidak bisa dilakukan sendirian. Kolaborasi menjadi fondasi keberhasilan di Tanah Papua.
Bersama pemerintah daerah, sesama BUMN, aparat keamanan, komunitas adat, hingga masyarakat lokal, PLN membangun sinergi untuk menciptakan solusi yang inklusif dan tepat sasaran. “Pendekatan partisipatif ini adalah kunci. Tantangan Papua sangat kompleks, mulai dari sosial-budaya, keamanan, hingga lingkungan. Kami tidak mungkin jalan sendiri,” jelas Diksi. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, PLN mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, mengurangi resistensi sosial, serta menjaga keberlanjutan operasional di masa depan. (Jay)














