Siarnusantara.id – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa transformasi sosial di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dimulai dari pembenahan data yang akurat dan terverifikasi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam refleksi satu tahun pemerintahan Prabowo, yang ditandai dengan peluncuran program Sekolah Rakyat sebagai bentuk nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat miskin.
“Transformasi sosial dimulai dari data. Kalau datanya benar, maka intervensi sosial bisa tepat,” ujar Gus Ipul, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Sosial.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi fondasi utama dalam merancang kebijakan sosial yang tepat sasaran. Melalui DTSEN, Kementerian Sosial berhasil mengidentifikasi anak-anak dari keluarga miskin yang berhak mendapatkan akses pendidikan berkualitas melalui Sekolah Rakyat.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial. Program ini menyediakan pendidikan gratis, berasrama, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta peningkatan kualitas hidup anak-anak dari keluarga prasejahtera. Gus Ipul menekankan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan simbol nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Kalau ada anak dari keluarga miskin bisa masuk sekolah bagus, berasrama, dan diasuh dengan kasih sayang serta disiplin, itu bukan hanya urusan pendidikan. Itu pesan kuat bahwa negara tidak pernah abai,” tegasnya.
Dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, Kemensos telah memulai pembelajaran di puluhan titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendekatan afirmatif berbasis data dan pendidikan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam pembangunan sosial yang inklusif dan berkeadilan.














