SIARNUSANTARA.ID – Profesionalisme guru merupakan salah satu pilar utama dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Hal ini sejalan dengan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menyebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan kewajiban dan kompetensi yang harus dipenuhi”. Antara lain: Memiliki kualifikasi akademik; Memiliki kompetensi; Memiliki sertifikat pendidik; Sehat jasmani dan rohani; dan Mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sepanjang 2025 ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) telah merealisasikan sejumlah program prioritas secara intensif dan beriringan. Hal ini untuk mencapai arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru. Upaya ini menjadi pondasi penting dalam memastikan guru Indonesia semakin profesional, kompeten, dan sejahtera.
Adapun program prioritas guru dan tenaga kependidikan, diantaranya adalah: Tunjangan guru ASN Daerah dan non ASN. Dalam penyaluran aneka tunjangan guru ASN Daerah, Tunjangan Profesi Guru (TPG) telah mencapai Rp62,9 triliun kepada 1.472.687 guru atau sebesar 94%. Kemudian, penyaluran Tunjangan Khusus Guru (TKG) di daerah 3T, telah mencapai Rp1,419 triliun kepada 55.149 guru dengan tingkat keberhasilan 89,10%
Kemudian, Pendidikan Profesi Guru (PPG), realisasi tahun ini melampaui target. Dari sasaran 808 ribu peserta, hasil seleksi administrasi mencapai 822 ribu peserta.
Peningkatan kualifikasi akademik S-1/ D-4 , sasaran program bantuan RPL di 2025 ini adalah guru PAUD dan guru SD dengan usia 50-55 tahun dengan total kuota 12.500 orang. Tahun ini pemerintah menyediakan beasiswa bagi 12.500 guru melalui sistem rekognisi pembelajaran lampau.
Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pembelajaran mendalam (Deep Learning). Deep Learning merupakan bentuk pendekatan yang memuliakan murid dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.
Pelatihan Coding dan Kecerdasan Artifisial (Koding KA), dirancang agar guru lebih siap menghadapi tuntutan pembelajaran abad 21. Melalui langkah para guru dibekali dengan kepercayaan diri dan keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran.
Pelatihan Numerasi GEMBIRA (Gali dan Eksplorasi, Muat konten, Buat aktivitas, Ikuti pemikiran murid, Rayakan, dan Akhiri dengan apresiasi). Pelatihan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi guru dalam mengajarkan Matematika dan numerasi secara lebih inovatif dan menyenangkan.
Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Melalui program ini, Ditjen GTKPG meningkatkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan pemerataan layanan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, program ini dirancang secara sistematis dan terstruktur agar dapat menjawab tantangan zaman serta mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang bermutu untuk semua.
Dengan mengikuti program peningkatan kompetensi tersebut, diharapkan GTK dapat meningkatkan kualitas dan pengetahuan mereka dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. “Partisipasiaktif GTK dalam program ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perkembangan murid,” kata Nunuk Suryani, Direktur Jenderal GTKPG kepada Siar Nusantara.
Namun kata Dirjen GTKPG , transformasi pendidikan tersebut, khususnya dalam pengembangan guru dan tenaga kependidikan, tidak dapat dijalankan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha dan industri, organisasi profesi, lembaga pendidikan tinggi, masyarakat sipil, serta media yang disebut Ditjen GTKPG “partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua”.
“Dengan kolaborasi lintas sektor yang solid dan berkelanjutan, Kemendikdasmen menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan nasional hanya dapat terwujud melalui guru yang kompeten, sejahtera, dan didukung oleh program yang berkelanjutan,” tegasnya. (SN)














