Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Nasional

PMII di Era Kepemimpinan Baru: Menjawab Tantangan Indonesia Emas 2045

×

PMII di Era Kepemimpinan Baru: Menjawab Tantangan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

Siarnusantara.id – Dalam momentum transisi menuju Indonesia Emas 2045, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menegaskan kembali peran strategisnya sebagai kawah candradimuka pemimpin bangsa. “PMII bukan sekadar organisasi, tapi medan perjuangan,” tegas Shofiyulloh. Ia mendefinisikan PMII Era Baru sebagai gerakan yang adaptif terhadap disrupsi digital dan krisis demokrasi, namun tetap kokoh dalam nilai dan tradisi.

PMII kini hadir di ruang kampus, kebijakan, digital, dan sosial—menjadi pelopor perubahan konstruktif. Dalam hal kaderisasi, PB PMII memperkuat tiga pilar utama: ideologi, kapasitas, dan integritas. Kader dituntut tidak hanya militan, tetapi juga relevan secara kebijakan dan kepemimpinan nasional.

Digitalisasi gerakan mahasiswa dijawab dengan platform kaderisasi digital dan konten ideologis berbasis teknologi, tanpa meninggalkan halaqah dan forum intelektual. PMII juga menegaskan kontribusinya dalam sektor pendidikan, kebijakan publik, dan transformasi sosial. Melalui PMII Policy Lab, organisasi ini mengembangkan kajian strategis yang melibatkan kader dari berbagai daerah, serta menjalin komunikasi aktif dengan kementerian dan lembaga negara.

PMII Era Baru sebagai gerakan yang adaptif terhadap disrupsi digital dan krisis demokrasi, namun tetap kokoh dalam nilai dan tradisi. PMII kini hadir di ruang kampus, kebijakan, digital, dan sosial menjadi pelopor perubahan konstruktif.

Dalam ekosistem organisasi kepemudaan, PMII menjaga karakter ideologisnya sebagai gerakan Islam moderat dan nasionalis. Independensi tetap menjadi prinsip utama—berdialog dengan semua pihak, namun berpijak pada nilai dan keberpihakan pada rakyat. Menutup wawancara, Shofiyulloh menyampaikan pesan penuh harapan: “Jangan pernah lelah menjadi pembelajar dan pembela kebenaran. Jadilah kader yang berpikir tajam, bergerak taktis, dan berjiwa besar.”

Dan jika PMII diminta merumuskan satu kalimat manifesto untuk 2045, ia menyatakan dengan mantap:   “PMII adalah kawah candradimuka pemimpin bangsa—berakar pada nilai, bergerak dengan ilmu, dan berpihak pada keadilan.” (SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *