Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Ekonomi

MOTOR PENGGERAK EKONOMI KABUPATEN DEMAK

×

MOTOR PENGGERAK EKONOMI KABUPATEN DEMAK

Sebarkan artikel ini

Di tengah tantangan era modernisasi dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, Anwusa terus melangkah dengan prinsip keberlanjutan dan keseimbangan antara nilai komersial dan sosial.

Siarnusantara.id – Di tengah upaya pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kehadiran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi tulang punggung yang tak tergantikan. Salah satu contoh nyata dari kontribusi itu bisa dilihat dari kiprah yang ditorehkan PT Demak Aneka Wira Usaha (Anwusa), sebuah BUMD milik Pemerintah Kabupaten Demak, yang terus membuktikan perannya sebagai agen pembangunan sekaligus penyedia layanan masyarakat.

Berbeda dari BUMD lainnya di Kabupaten Demak, Anwusa memiliki spektrum usaha yang beragam dan fleksibel. Berkantor pusat di Jalan Lingkar Kudus-Demak, Blambangan. Kendaldoyong, Wonosalam, Demak, perusahaan ini menunjukkan dinamika operasional yang mampu menjangkau berbagai sektor perekonomian dan kebutuhan publik.

Menurut Direktur Utama PT Demak Anwusa, Soni Setiawan, SE, perusahaan ini mengemban tugas strategis untuk menjadi roda penggerak pembangunan daerah. “Kami memiliki visi menjadi Perseroda yang maju, profesional, dan sejahtera. Ini kami jalankan secara sejalan dengan visi Kabupaten Demak, yakni Demak Lebih Bermartabat, Maju dan Sejahtera,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Siar Nusantara.

Anwusa aktif dalam mendukung sektor UMKM, salah satunya melalui program pembelian produk-produk lokal untuk bingkisan lebaran. Langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Selain itu, kontribusi Anwusa juga terasa dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. Perusahaan ini membuka Agen Es Balok di Kecamatan Bonang dan Wedung guna menunjang pengawetan ikan bagi para nelayan. Di kedua wilayah tersebut, Anwusa juga menyediakan SPBU Nelayan (SPBUN) jenis solar, yang sangat dibutuhkan untuk operasional kapal-kapal nelayan tradisional. “Kehadiran kami di sektor ini adalah bentuk nyata bahwa BUMD tidak hanya bicara keuntungan, tetapi juga kebermanfaatan,” terang Soni.

Di sisi yang tidak kalah menarik, Anwusa juga aktif dalam berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Demak melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Beberapa kegiatan yang melibatkan perusahaan ini antara lain: Partisipasi dalam Pasar Murah untuk menstabilkan harga bahan pokok, bantuan fasilitas keagamaan seperti untuk pondok pesantren, mushola, dan masjid. Ada juga donasi untuk komunitas olahraga, sebagai bentuk dukungan pembangunan karakter generasi muda.

Bantuan bencana bagi korban banjir dan program-program kemanusiaan lainnya. Bantuan infrastruktur sanitasi seperti pembangunan jamban desa, sanitasi keluarga, hingga program penghijauan, juga tidak luput dari peran sertanya. Kontribusi-komitmen ini menunjukkan bahwa Anwusa bukan hanya menjalankan peran bisnis, tetapi juga hadir sebagai lembaga yang memperkuat jaringan sosial masyarakat di Demak.

Meski memiliki orientasi sosial yang kuat, Anwusa tetap menjaga daya saing dan nilai ekonomis perusahaan. Salah satu produk unggulannya saat ini adalah Air Mineral Kemasan Anwusa, yang dipasarkan melalui sistem kemitraan reseller. Inisiatif ini tak hanya memperluas jangkauan distribusi, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Selain itu, Anwusa terus memperluas kemitraan melalui pembentukan pangkalan LPG di berbagai kecamatan. Inisiatif ini menambah akses masyarakat terhadap energi bersubsidi sekaligus memperkuat jaringan distribusi.

Tak berhenti sampai di situ, perusahaan juga menargetkan dua ekspansi besar ke depan: pembangunan SPBUN baru dan pembangunan pabrik es baru untuk menunjang aktivitas kelautan dan perikanan di pesisir Demak.“Target kami sangat jelas. Dengan ekspansi ini, tidak hanya membuka lapangan pekerjaan baru, tapi juga memperluas jangkauan layanan dan memperkuat ketahanan
ekonomi lokal,” kata Soni.

Anwusa juga mengkaji peluang produk baru seperti es kristal, namun hasil studi menunjukkan belum layak dijalankan karena ketatnya persaingan harga di pasar. Hal ini menunjukkan sikap kehati-hatian manajemen dalam pengambilan keputusan investasi. Namun dengan landasan visi dan misi yang kuat, serta dukungan penuh dari Pemkab Demak, Anwusa tetap optimistis menatap
masa depan. “Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami. Maka kami pastikan seluruh layanan harus prima, transparan, dan terus ditingkatkan,” tegas Soni. (SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *