Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Nasional

Menyulam Masa Depan Nusantara : Menteri Iftitah Sulaiman Transformasikan Transmigrasi Jadi Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Baru

×

Menyulam Masa Depan Nusantara : Menteri Iftitah Sulaiman Transformasikan Transmigrasi Jadi Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Dok istimewa Siar Nusantara, wawancara dengan Menteri Transmigrasi selasa 13/01/2026

Siarnusantara.id – Jakarta, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa era transmigrasi yang sekedar program perpindahan penduduk telah berakhir. Kini, melalui program unggulan Ekspedisi Patriot, pemerintah berkomitmen mengubah kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis riset dan keunggulan komoditas.

Dalam wawancara terbaru dengan tim media Siar Nusantara pada Selasa, 13 Januari 2026, Menteri Iftitah mengungkapkan bahwa latar belakang lahirnya Ekspedisi Patriot adalah kebutuhan mendesak akan distribusi sumber daya manusia (SDM) berkualitas di kawasan-kawasan terpencil..

“Paradigma transmigrasi saat ini sudah berubah. Bukan lagi hanya distribusi penduduk, tetapi bagaimana menciptakan kawasan ekonomi baru di seluruh Nusantara. Tantangan kita selama ini adalah tidak hadirnya ‘orang-orang pintar’ di kawasan transmigrasi, sehingga masyarakat di sana membutuhkan pendampingan,” ujar Menteri Iftitah.

Riset Sebagai Fondasi Pembangunan

Ekspedisi Patriot melibatkan kolaborasi kolosal antara kementerian dengan tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia (seperti UI, IPB, ITB, dan ITS) serta 17 kampus lokal. Sebanyak 2.000 peserta yang terbagi dalam 400 tim telah diterjunkan ke 154 titik kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi, kondisi sosial, hingga infrastruktur dasar.

Menteri Iftitah menjelaskan bahwa pembangunan kawasan kini harus memenuhi lima komponen utama agar roda ekonomi berputar : Lahan, Manusia, Modal, Teknologi, dan Off-taker (pembeli siaga). Fokus utama saat ini adalah pengembangan komoditas berorientasi ekspor, seperti kakao untuk pasar Jepang, kelapa untuk Tiongkok, hingga durian dari Parigi Moutong.

Sinergi Lintas Kementerian dan Beasiswa Patriot

Menyadari keterbatasan anggaran, Menteri Iftitah mendorong sinergi lintas lembaga sesuai Perpres Nomor 50 Tahun 2018. “Masalah infrastruktur dasar seperti irigasi dan jalan tidak harus selalu dari anggaran transmigrasi. Kita kolaborasikan dengan Kementerian PU melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD),” tambahnya.

Sebagai langkah keberlanjutan, pada Februari mendatang, pemerintah akan meluncurkan Beasiswa Patriot. Program ini ditujukan bagi mahasiswa S2 yang akan menjalani matrikulasi di kampus selama satu bulan, diikuti kuliah lapangan dan pengabdian di kawasan transmigrasi selama total 2,5 tahun.

Apresiasi untuk Gen Z

Menutup narasinya, Pak Menteri memberikan apresiasi kepada para peserta ekspedisi, terutama dua Patriot yang gugur dalam tugas, yaitu Patriot Bimo (IPB) dan Patriot Rohit (ITS). Baginya, dedikasi mereka adalah bukti bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, memiliki peran vital sebagai aktor utama pembangunan bangsa.

“Kepada seluruh generasi muda, teruslah memperbaiki diri dengan belajar dan bekerja. Apa yang telah ditunjukkan dalam Ekspedisi Patriot membuktikan bahwa masa depan cerah bukan lagi impian kosong jika kita bahu-membahu membangun negara ini,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *