Iklan - Scroll untuk melanjutkan
BeritaNasional

Jaga Pesisir Pantura, Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Demak

×

Jaga Pesisir Pantura, Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Demak

Sebarkan artikel ini
Dok Istimewa Pelindo

SIARNUSANTARA.ID – Demak, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perlindungan kawasan pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) dari ancaman abrasi, penurunan muka tanah, dan banjir rob. Langkah nyata ini diwujudkan lewat penyaluran bantuan 2.500 bibit mangrove serta 900 unit HexBRIck di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (19/10/2026).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Demonstration Plotting Perlindungan Kawasan Pesisir Pantai Utara Jawa berbasis Nature-based Solutions (NbS) yang digagas oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ). Program ini memadukan konsep pemulihan ekosistem alami dan pembangunan sarana infrastruktur pelindung pantai.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor hingga dukungan investasi demi menjaga kelangsungan kehidupan masyarakat serta roda perekonomian di wilayah pesisir.

“Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk mendorong keterlibatan investasi, dengan tujuan melindungi kawasan pesisir Pantura agar tidak semakin terdampak abrasi dan penurunan muka tanah yang meningkatkan risiko banjir rob. Di Desa Timbulsloko, direncanakan penanaman mangrove hingga 202 hektare, yang akan dilengkapi dengan pembangunan tanggul pantai dan tanggul laut,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono.

Agus menguraikan, perancangan perlindungan kawasan pesisir wajib memperhitungkan aspek teknis sekaligus keberlanjutan mata pencaharian warga setempat, terutama nelayan. Langkah pencegahan ini krusial untuk mengamankan kawasan industri, pusat logistik, hingga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tujuan utamanya adalah melindungi masyarakat pesisir, sekaligus menjaga kawasan industri, kawasan logistik, dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Mari kita kawal bersama upaya perlindungan pesisir Pantura dan pembangunan Giant Sea Wall, yang dimulai dari langkah nyata seperti penanaman mangrove,” tambahnya.

Pada kesempatan sama, Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo, Hendri Ginting, menekankan pentingnya perlindungan pesisir bagi ketahanan infrastruktur pelabuhan serta kelancaran arus rantai pasok logistik nasional.

“Perlindungan pesisir tidak hanya berkaitan dengan kelestarian lingkungan, tetapi juga dengan keberlangsungan aktivitas kepelabuhanan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap pemulihan ekosistem pesisir dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur dan jaringan logistik nasional,” ujar Hendri.

Hendri menilai, ancaman banjir rob yang berkali-kali menerjang kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, menjadi pengingat nyata betapa krusialnya perlindungan pesisir untuk menjamin kelancaran distribusi barang serta aksesibilitas pelabuhan. Keterlibatan Pelindo ini sekaligus mencerminkan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam melestarikan lingkungan dan memberi dampak positif bagi warga.

Acara penanaman mangrove secara simbolis ini dihadiri oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bersama Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting. Turut hadir Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., Kepala BOPPJ Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A., Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., serta jajaran kementerian, lembaga terkait, pemerintah daerah, pimpinan BUMN, dan mitra kolaborasi.