Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Nasional

Dari Sampah Jadi Berkah: KEMENSOS Kolaborasi di Bali untuk Pemberdayaan Masyarakat

×

Dari Sampah Jadi Berkah: KEMENSOS Kolaborasi di Bali untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

SIARNUSANTARA.ID – Di tempat pengelolaan sampah yang sudah berjalan sejak 2024 ini, masyarakat Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, dilatih untuk memilah dan memproduksi sejumlah barang berbahan dasar sampah plastik.

Program pemberdayaan melalui Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemensos dengan Pemerintah Daerah Bali, Rotary Club, Kitabisa.org, dan Rumah Plastik.

“Jadi, ini kita coba kolaborasi pada pemberdayaannya. Kita perkuatnya kalau di Kementerian Sosial itu pada pemberdayaannya. Selama masyarakatnya mau, itu enak. Tapi kalau masyarakatnya enggak mau, itu yang berat,” kata Gus Ipul.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati, menjelaskan bahwa Rotary Club merupakan pihak yang melakukan pelatihan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan untuk anak-anak sekolah dan warga masyarakat.

Selain itu, di TPS3R Desa Pemogan juga terdapat pemberdayaan maggot yang dibentuk dan didukung oleh Kitabisa.org dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 12 orang.

“Dan juga yang ketiga adalah pemberdayaan dari Rumah Plastik. Dari Rumah Plastik ini nantinya akan menjadi offtaker dari Kementerian Sosial melalui pemberdayaan pengelolaan sampah juga, Pak Menteri dengan melakukan pencacahan plastik yang memang mesinnya sudah dibentuk oleh Kementerian Sosial,” jelas Mira.

Mira menjelaskan bahwa anggota pencacahan plastik ini merupakan ibu-ibu dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos dan Program Keluarga Harapan (PKH). Plastik kresek yang telah dicacah nantinya digunakan sebagai bahan dasar aspal. Mereka juga dilatih menghasilkan produk-produk bernilai jual dari botol plastik maupun karung beras, seperti meja dan tas.

“Tentunya nanti kita berharap mereka bisa meningkatkan pendapatannya dan tentunya bisa menjadi graduasi,” ujar Mira.

Salah satu warga Desa Pemogan, Permana Sari, menilai bahwa program pemberdayaan yang dilakukan Kemensos bersama Pemda Bali dan filantropi sangat membantu dirinya dalam menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Menurut saya, program ini cukup bagus. Selain untuk kita membersihkan lingkungan dari sampah plastik, kita juga bisa untuk menambah kebutuhan sehari-hari, pemasukan,” ungkap Permana Sari.

Dalam kunjungannya tersebut, Gus Ipul secara simbolis juga menyerahkan bantuan berupa satu unit alat pencacah sampah plastik kepada kelompok masyarakat Desa Pemogan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *