Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah sedang menyiapkan kebijakan diskon tarif listrik bagi warga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kebijakan tersebut ada setelah Kementerian ESDM menerima permohonan resmi dari sejumlah kepala daerah di wilayah terdampak.
Saat ini, Kementerian ESDM masih melakukan penghitungan terkait durasi pemberian diskon. Selain itu, perhitungan besaran anggaran yang diperlukan untuk merealisasikan kebijakan tersebut.
“Ada surat permohonan dari beberapa kepala daerah kepada kami untuk meminta diskon listrik di wilayah lokasi bencana. Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kita lagi exercise berapa bulan dan biayanya berapa. Jadi kita lagi menghitung,” ucap Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM, Kamis (8/1/2026).
Bahlil menegaskan pemerintah akan melaporkan rencana kebijakan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum menjalankannya. Ia menyebut pemerintah pusat berkomitmen hadir dan memberikan solusi atas persoalan yang masyarakat terdampak hadapi.
“Tapi saya pastikan saya akan melaporkan kepada Bapak Presiden karena pasti Bapak Presiden juga sudah memerintahkan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita,” katanya.
Konsumsi Listrik Sepanjang 2025
Di sisi lain, Kementerian ESDM mencatat konsumsi listrik per kapita sepanjang 2025 mencapai 1.584 kilowatt hour (kWh). Angka tersebut melampaui target dalam APBN yang sebesar 1.464 kWh.
“Jadi konsumsi kita naik. Kalau konsumsi naik, itu artinya terjadi pertumbuhan permintaan dan itu kaitannya pertumbuhan ekonomi dan yang kedua adalah terjadi juga pemerataan,” jelasnya.
Peningkatan konsumsi listrik tersebut sejalan dengan bertambahnya kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional. Sepanjang 2025 sendiri, kapasitas terpasang pembangkit naik 6,8% menjadi 107,51 gigawatt (GW), dibandingkan capaian 2024 yang sebesar 100,65 GW.
Selain itu, pemerintah merealisasikan program listrik desa (lisdes) sepanjang 2025 kepada 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah juga berhasil memasang Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 205.968 rumah tangga sepanjang tahun lalu.














