SIARNUSANTARA.ID – Jakarta, Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama bekerja sama dengan organisasi literasi digital ICT Watch kembali membuka Program HerTech Batch 2 bertajuk “Guru Cakap dan Berdaya Artificial Intelligence (AI)”. Pelatihan literasi digital tanpa biaya yang ditujukan bagi para pendidik pesantren di seluruh wilayah Indonesia ini bakal dilaksanakan secara daring via Zoom Meeting pada 4–5 November 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Inisiatif tersebut dirancang guna mengasah keterampilan tenaga pengajar pesantren dalam mengoperasikan teknologi kecerdasan buatan. Selain itu, program ini berupaya memangkas kesenjangan digital sekaligus membekali para guru agar mampu memanfaatkan AI secara produktif, etis, serta aman dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Direktur Pemberdayaan Pesantren Ditjen Pesantren Kemenag, Yusi Damayanti, menegaskan pentingnya penguatan kompetensi pendidik pesantren di tengah pesatnya laju perkembangan teknologi.
“AI kini sudah hadir di ruang-ruang belajar kita. Pendidik pesantren tidak boleh tertinggal. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi ini untuk memperkaya pembelajaran, sekaligus menjadi teladan bagi santri dalam menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Mengusung tema “Perempuan Berdaya AI”, HerTech Batch 2 mengundang partisipasi pendidik pesantren perempuan maupun laki-laki. Para peserta nantinya disuguhkan materi AI yang relevan dan terkini melalui format pelatihan daring yang praktis serta fleksibel.
“Kami ingin memastikan tidak ada pendidik pesantren yang tertinggal dalam transformasi digital ini, baik perempuan maupun laki-laki, di kota maupun di pelosok. Karena itu pelatihan ini kami buat gratis dan daring, agar bisa diikuti dari mana saja,” tutur Yusi.

Sebagai pendorong partisipasi publik, Ditjen Pesantren menerbitkan surat bernomor B/013/Dt.II.II/HM.01/10/2026 pada 15 Oktober 2026. Surat yang ditandatangani oleh Yusi Damayanti atas nama Direktur Jenderal Pesantren tersebut ditujukan kepada jajaran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di seluruh tanah air.
Lewat edaran itu, Kementerian Agama mengimbau setiap pondok pesantren untuk berperan aktif serta mengikutsertakan para pengajarnya. Pihak Kanwil dan Kankemenag daerah pun diminta meneruskan arahan ini guna mendorong partisipasi pesantren di wilayahnya masing-masing.
“Kami mohon dukungan Kanwil dan Kankemenag di seluruh Indonesia untuk menyampaikan informasi ini kepada pesantren di wilayah masing-masing, sehingga semakin banyak pendidik yang mendapat manfaat,” pungkasnya.
Pendaftaran program ini dibuka secara daring melalui tautan s.id/registhertechkemenag. Adapun informasi lebih rinci dapat diakses dengan menghubungi narahubung di nomor 0852-6577-5636.














