SIARNUSANTARA.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka peluang kerja sama dengan Jazz Goes to Campus (JGTC) untuk menyambut penyelenggaraan JGTC ke-50, sekaligus peringatan 5 abad Jakarta. Pramono mengatakan, JGTC nantinya bisa tampil di lima wilayah kota administrasi di Jakarta.
Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam konferensi pers The 49th Jazz Goes to Campus di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/9).
“JGTC tahun ini yang ke-49, tahun depan ketika ke-50 dan sekaligus Jakarta ke-500 tahun. Saya sudah sampaikan ke Mas Candra, bisa enggak main di lima kota yang ada di Jakarta?” ujar Pramono, dalam dari siaran pers Pemprov DKI.
Pramono menilai, konsistensi JGTC selama hampir lima dekade menunjukkan kuatnya ekosistem musik sekaligus ruang kreativitas anak muda. Festival yang diselenggarakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia tersebut juga dinilai mampu menjangkau penikmat musik lintas generasi.
“JGTC ini betul-betul sudah menjadi bagian dari perjalanan kota ini, perjalanan sebenarnya bangsa ini. Karena sebenarnya juga ditiru di berbagai kampus yang lain,” katanya.
Pramono mengatakan, festival musik ini menjadi bagian dari kekuatan Jakarta di sektor seni yang sangat beragam. Karena itu, ia mengapresiasi gelaran JGTC yang turut meramaikan ekosistem musik nasional.
“Pemprov DKI menyambut baik serta mengapresiasi penyelenggaraan JGTC ke-49 ini sebagai salah satu festival jazz tertua yang konsisten meramaikan ekosistem musik nasional,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyambut gagasan untuk menghidupkan kembali Salemba sebagai salah satu lokasi bersejarah dalam perjalanan JGTC.
Penyelenggaraan JGTC ke-49 mengusung tema “Resonating Jazz Through Every Soul”. Selain menjadi ruang pertunjukan, festival ini juga diarahkan untuk memperluas apresiasi terhadap jazz, mengembangkan talenta muda, serta mempertemukan komunitas dan pelaku industri musik.
Founder JGTC, Candra Darusman menjelaskan, kehadiran JGTC sejak awal membawa misi “membumikan jazz” dengan menghadirkan musik yang ketika itu relatif eksklusif ke lingkungan kampus. Karakter jazz yang memberikan ruang pada improvisasi dan kebebasan berekspresi dinilai selaras dengan semangat generasi muda.
Candra juga menyampaikan rencana pengembangan City Series melalui konsep Reviving Jakarta as the Capital of Jazz yang akan membawa semangat JGTC ke berbagai wilayah Jakarta.














