SIARNUSANTARA.ID – Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dapat mengikuti program Pertamina UMK Academy 2026 yang bertujuan memperkuat usaha hingga persiapan masuk pasar ekspor. Pendaftaran dilakukan secara daring pada 21-31 Agustus 2026 melalui laman resmi UMK Academy, dilansir dari Detik Finance.
Program ini membantu UMK dalam pengelolaan usaha, pengembangan produk, pemanfaatan teknologi, dan perluasan akses pasar. Pada pelaksanaan 2025, lebih dari 2.000 pelaku UMK mendaftar, dengan 1.430 peserta mengikuti pembinaan regional dan 760 melanjutkan ke tahap nasional, serta 581 peserta lulus dan naik kelas.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan materi pembelajaran, tetapi juga pendampingan langsung untuk mengembangkan usaha.
“Melalui Pertamina UMK Academy, Pertamina tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendampingi pelaku UMK untuk menerapkan pembelajaran secara langsung dalam pengembangan usahanya. Peserta didorong memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, berkolaborasi, serta memperluas akses pasar,” ujar Baron.
Program ini sudah berjalan sejak 2020 dengan dua tahap pembinaan yaitu regional dan nasional. Tahap regional memberikan materi dasar pengembangan usaha sesuai sektor, sedangkan tahap nasional terbagi menjadi empat kelas, yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global yang fokus pada pengelolaan usaha, teknologi digital, kanal daring, serta persiapan pasar B2B domestik dan ekspor.
Pada 2026, materi baru juga ditambahkan, yaitu Go Green yang membahas praktik usaha ramah lingkungan dan Go Aggregator untuk membangun kolaborasi antar pelaku UMK.
Baron menambahkan, “Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, materi serta pendampingan disesuaikan dengan posisi dan perkembangan usaha masing-masing agar proses pembinaan memberikan hasil yang lebih nyata dan terukur.”
Salah satu peserta, Melani Septina Mutya Surya, pemilik usaha kerajinan sepatu asal Mojokerto, berhasil meraih juara pertama kelas Go Global UMK Academy 2025. Ia mengaku pembinaan membantu meningkatkan kualitas produk dan pengembangan usahanya.
“Berbagai pembekalan bisnis, pendampingan intensif, serta dukungan alat produksi membantu kami mengoptimalkan pengembangan produk sekaligus semakin memahami peluang dan kondisi pasar untuk pengembangan usaha,” ujar Melani.
Pertamina mengajak pelaku UMK dari berbagai sektor dan wilayah untuk ikut serta dalam program 2026 dengan harapan usaha lokal bisa tumbuh mandiri, kreatif, dan berdaya saing serta memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, kata Baron.














