SIARNUSANTARA.ID – Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri rangkaian acara Pesona Merdeka 2026 yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PKP berkolaborasi dengan Epic Market Kriya Nusantara di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).
Pesona Merdeka 2026 berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah apresiasi terhadap budaya, produk kreatif, dan UMKM Indonesia sekaligus momentum memperkenalkan berbagai program perumahan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Pada kegiatan tersebut, DWP Kementerian PKP berkolaborasi dengan BP Tapera dan Bank BRI menghadirkan stand kolaborasi yang memberikan edukasi mengenai akses pembiayaan perumahan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya membuka akses pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat untuk memiliki rumah pertama maupun mengembangkan usaha yang berkaitan dengan sektor perumahan.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo untuk menumbuhkan pengusaha daerah agar pemerataan perekonomian dapat tumbuh di seluruh wilayah Indonesia dan menciptakan orang kaya baru dengan berdoa dan bekerja keras. Saya berharap dengan melihat video Angga dan Wawan mudah-mudahan lahir pengusaha-pengusaha baru di Indonesia dengan cara yang benar,” ujar Menteri Ara.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara juga menyampaikan bahwa KUR Perumahan merupakan salah satu terobosan pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus menggerakkan ekosistem usaha sektor perumahan.
“Pertama kali ada KUR Perumahan dan bank yang paling banyak menyerap adalah Bank BRI. Terima kasih kepada BRI yang sudah bekerja keras untuk KUR Perumahan ini,” ujar Menteri Ara.
Pemerintah secara resmi meningkatkan plafon anggaran KUR Perumahan dari Rp34 triliun menjadi Rp50 triliun. Kebijakan tersebut diharapkan semakin memperluas jangkauan penerima manfaat, baik masyarakat yang membutuhkan pembiayaan untuk pembangunan atau renovasi rumah maupun pelaku usaha di sektor perumahan.
Pada 30 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Ara juga telah meresmikan akad massal perdana sebanyak 62.710 unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus memperkuat pembiayaan sektor perumahan.
Dalam pelaksanaan Pesona Merdeka 2026, sosialisasi KUR Perumahan secara khusus menyasar generasi muda, pekerja informal, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kontraktor lokal, toko bangunan, serta pelaku UMKM. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan, simulasi pembiayaan, hingga proses awal pengajuan melalui petugas yang tersedia di lokasi.
KUR Perumahan juga diperkenalkan bukan hanya sebagai pembiayaan bagi calon pemilik rumah, tetapi sebagai instrumen untuk memperkuat rantai usaha sektor konstruksi. Pelaku usaha mikro, kontraktor lokal, dan toko bangunan dapat memanfaatkannya sebagai dukungan modal kerja sehingga turut menggerakkan industri bahan bangunan dalam negeri.
Dalam skema yang disosialisasikan, MBR dapat memperoleh akses pembiayaan hingga Rp100 juta tanpa agunan dengan suku bunga mulai dari 0,5 persen per bulan untuk pembangunan atau renovasi rumah pribadi. Skema tersebut diharapkan menjadi alternatif pembiayaan resmi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Bank BRI sebagai salah satu mitra penyalur KUR Perumahan juga memberikan layanan pembukaan rekening, aktivasi BRImo, serta asistensi awal pemberkasan bagi masyarakat yang berminat. Sementara itu, BP Tapera memberikan layanan konsultasi mengenai persyaratan pembiayaan dan simulasi cicilan.
Antusiasme masyarakat terhadap KUR Perumahan juga terlihat dari transaksi pembiayaan yang tercatat sekitar Rp22,5 miliar selama tiga hari penyelenggaraan Pesona Merdeka 2026.
Menteri Ara turut berdiskusi dengan perwakilan kontraktor, pengembang, toko bangunan, dan pelaku UMKM mengenai proses serta pemanfaatan KUR Perumahan. Ia juga berdialog dengan sejumlah penerima rumah subsidi yang sebagian besar menjalankan usaha UMKM.
Menurut Menteri Ara, rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi masyarakat untuk mengembangkan kehidupan sosial dan ekonomi keluarga.
“Program perumahan harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat keluarga bertumbuh dan tempat masyarakat bisa memulai serta mengembangkan usaha,” katanya.
Sementara itu, Ketua DWP Kementerian PKP Shinta Maruarar Sirait mendorong agar program renovasi rumah dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha dan UMKM.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu DWP, Seruni, BP Tapera, Bank BRI dan semua pihak yang sudah mendukung kegiatan yang saya selenggarakan. Saya selaku DWP Kementerian PKP membuka karpet merah bagi pengusaha muda dan disabilitas yang punya talenta untuk dikembangkan peluang usahanya,” ujar Shinta.
Shinta juga mendorong semakin banyak generasi muda untuk memiliki rumah pertama karena rumah merupakan tempat bertumbuh sekaligus tempat memulai usaha dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
“Rumah adalah tempat bertumbuh dan tempat memulai usaha. Karena itu, semakin banyak generasi muda yang memiliki rumah pertama, semakin besar pula kesempatan mereka membangun kehidupan dan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Selain sosialisasi pembiayaan, Menteri Ara juga memberikan sambutan dan menyampaikan berbagai program Kementerian PKP yang berpihak kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut turut ditayangkan video 20 capaian kinerja Kementerian PKP, serta video kegiatan bakti sosial yang dilakukan Shinta Maruarar Sirait bersama DWP Kementerian PKP.
Pesona Merdeka 2026 juga menampilkan beragam produk ekonomi kreatif Indonesia, mulai dari kerajinan lokal, busana tradisional, fashion ready-to-wear, aksesori, hingga kuliner lokal. Kehadiran berbagai produk tersebut memperkuat pesan acara “Bangga Karya Indonesia, Dukung UMKM Naik Kelas.”
Kegiatan yang didominasi generasi muda tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan berbagai kemudahan akses pembiayaan perumahan. Pemerintah ingin memastikan generasi muda dan pekerja informal memiliki informasi yang cukup mengenai pilihan pembiayaan resmi untuk memiliki, membangun, maupun merenovasi rumah.
Melalui Pesona Merdeka 2026, Kementerian PKP berharap semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan dalam bentuk kemerdekaan masyarakat dari persoalan hunian. Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas akses rumah layak, mendorong kepemilikan rumah pertama, mempercepat renovasi rumah tidak layak huni, serta memperkuat UMKM dan ekosistem ekonomi sektor perumahan.
Turut hadir Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, Staf Ahli Bidang Sistem Pembiayaan, Pencegahan Korupsi, dan Pemberdayaan Masyarakat Budi Permana, Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Iptek, Industri, dan Lingkungan Riadi, Staf Khusus Bidang Internal dan Penjadwalan Novelin Silalahi, serta jajaran pejabat eselon II dan III Kementerian PKP.














