Siarnusantara.id – Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Periode 2022-2025, Evy Haryadi, menegaskan pentingnya penguatan peran strategis organisasi dalam mengawal transisi energi nasional. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara setelah pembukaan kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) MKI yang mengusung tema “Meningkatkan Peran Strategis MKI untuk Kemandirian dan Kedaulatan Negeri”.
Dalam penjelasannya, Evy menyoroti tantangan besar dalam mengejar target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2030. Saat ini, capaian nasional masih berada di angka 15,75%, sehingga diperlukan lompatan besar dalam lima tahun ke depan.
Sinergi Sebagai Kunci Transisi
Evy menjelaskan bahwa target dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang mencapai 34% tidak akan terwujud jika setiap pihak berjalan sendiri-sendiri. MKI, sebagai wadah berkumpulnya seluruh pemangku kepentingan ketenagalistrikan, memegang peran sentral sebagai integrator.
“Ini adalah tantangan yang cukup besar. Hal ini tidak mungkin bisa dilakukan tanpa adanya sinergi dari seluruh stakeholders ketenagalistrikan. Di situlah MKI punya peran, karena kita adalah organisasi tempat berkumpulnya semua pihak, mulai dari PLN hingga IPP (Independent Power Producer),” ujar Evy Haryadi.
Mengutamakan Sumber Energi Domestik
Sejalan dengan visi Pemerintah, Evy menegaskan bahwa kemandirian energi harus dibangun dengan mengoptimalkan kekayaan alam dalam negeri. Tujuannya jelas, yaitu mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, khususnya diesel dan BBM.
Indonesia memiliki potensi bersih yang melimpah, mulai dari hydro, geotermal, hingga pengembangan PLTS Apung di waduk-waduk besar dan pemanfaatan energi angin di wilayah potensial.
Tantangan Eksplorasi Gas Bumi
Selain energi terbarukan, Evy juga menyinggung peran strategis gas bumi (LNG) sebagai energi transisi. Ia mendorong pihak-pihak terkait untuk terus melakukan eksplorasi sumber gas domestik, meski tantangannya kini semakin berat.
“Kita akan meminta pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi sumber gas dalam negeri. Walaupun saat ini cukup menantang karena cadangan yang tersisa dominan berada di laut dalam (deep water),” tambahnya.
Melalui Munas ini, MKI berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada industri dalam negeri demi mewujudkan sistem ketenagalistrikan yang mandiri, andal, dan berkelanjutan menuju Net Zero Emission 2060.














