Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Nasional

STASIUN RUANG ANGKASA KOMERSIAL

×

STASIUN RUANG ANGKASA KOMERSIAL

Sebarkan artikel ini

SIARNUSANTARA.ID –  Manusia telah lama memimpikan hidup di antara bintang-bintang, dan selama dua dekade, ratusan di antara kita telah melakukannya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Namun, era baru akan segera dimulai di mana perusahaan swasta mengoperasikan pos-pos orbita, dengan janji akses yang jauh lebih besar ke luar angkasa daripada sebelumnya.

ISS dianggap sudah tidak layak dan diperkirakan akan diturunkan dari orbit ke laut pada tahun 2031. Untuk menggantikannya, NASA telah memberikan lebih dari $500 juta kepada beberapa perusahaan untuk mengembangkan stasiun antariksa swasta, sementara Perusahaan lain telah membangun versi mereka sendiri.

Yang pertama di antaranya, Vast Space dari California, berencana meluncurkan stasiun antariksa Haven-1 pada Mei 2026 menggunakan roket SpaceX Falcon 9. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, stasiun tersebut awalnya akan menampung kru empat orang yang tinggal di habitat berukuran bus selama 10 hari. Pelanggan yang membayar akan dapat mengalami kehidupan dalam gravitasi mikro dan melakukan penelitian seperti menanam tanaman dan menguji obat-obatan.

Di belakangnya akan ada pos terdepan Axiom Space, Axiom Station, yang terdiri dari lima modul atau ruangan. Pos terdepan ini dirancang untuk menyerupai hotel butik dan direncanakan diluncurkan pada tahun 2028. Voyager Space berencana meluncurkan versinya yang Bernama Starlab pada tahun yang sama, sementara stasiun ruang angkasa Orbital Reef milik Blue Origin direncanakan akan menyusul pada tahun 2030.

Meskipun biaya menginap di salah satu pos terdepan ini belum diumumkan, diperkirakan harga tiket akan mencapai puluhan juta dolar pada awalnya. Namun, jika stasiun ruang angkasa swasta ini ber- hasil dan menguntungkan, mereka dapat meningkatkan akses ke ruang angkasa bagi peneliti, badan antariksa nasional, dan mungkin bahkan perusahaan yang ingin memproduksi produk di ruang angkasa.

Di luar angkasa, stasiun-stasiun ruang angkasa ini mungkin menjadi cikal bakal kehidupan manusia di luar orbit Bumi. Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos, telah lama berpendapat bahwa suatu hari nanti jutaan orang akan hidup dan bekerja di ruang angkasa, sementara NASA dan CEO SpaceX, Elon Musk, juga secara terbuka mengemukakan tujuan untuk hidup di Bulan dan Mars. Tahun ini mungkin menjadi tahun di mana kehidupan di antara bintang-bintang menjadi sedikit lebih mungkin terwujud. (Sumber: technologyreview.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *