SIARNUSANTARA.ID – Pesona Kahuripan Group (PKG), pengembang yang dikenal luas sebagai spesialis “rumah subsidi kualitas komersil”. Bagi PKG, membangun hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lebih dari sekadar bisnis. Visi utamanya memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah impian.
Sejak didirikan 11 tahun lalu, PKG telah tumbuh pesat dan berhasil membangun tidak kurang dari 15.000 unit hunian. Mayoritas dari unit ini, 95%, merupakan rumah bersubsidi, menegaskan posisi PKG sebagai salah satu pengembang perumahan subsidi ternama di Indonesia.
Apa strategi Angga Budi Kusuma, Direktur Utama PKG, berhasil membangun hunian 15.000 unit (rumah) dalam waktu delapan tahun? “Kaderisasi, berbagi ilmu Allah kepada makhluk Allah,” kata Angga kepada Siar Nusantara.
Strateginya adalah menciptakan SDM melalui kaderisasi agar memiliki cara ber- pikir yang sama, lalu memberi kesempatan mengelola dan berwirausaha secara mandiri. Dengan sepuluh kader (SDM), PKG dapat menjalankan sepuluh proyek secara paralel, mencapai hasil yang jauh lebih besar dari- pada mengelola sepuluh ribu unit sendirian.
Ini adalah soal pembagian peran, strategi, dan ilmu, bukan pengakuan kepemilikan pribadi atas perusahaan. Memberikan kesempatan kepada kader untuk menjadi pengusaha, lengkap dengan ilmu, kesempatan, dan modal yang akan menciptakan keuntungan timbal balik. Kader akan termotivasi untuk membuktikan kelayakan dengan mengawasi kualitas pekerjaan dan pelayanan secara total, sehingga dirinya kata Angga, tidak perlu terlibat langsung dalam pengawasan kualitas.
“Peran saya hanya membimbing, menyediakan latihan khusus dan pembinaan selama 2-3 bulan. Setiap orang diberi kesempatan untuk menjadi manajer proyek sekaligus kepala divisi teknik, dan kepala divisi penjualan di proyek kita, seperti Pesona Kahuripan 12, 13, 14 atau 15,” jelasnya.
Terkait keterjangkauan sudah diatur oleh pemerintah melalui rumah subsidi dengan harga yang sudah dibatasi oleh aturan, sementara kualitas menjadi tanggung jawab Pesona Kahuripan. Prinsip PKG, menguntungkan orang lain pada akhirnya akan menguntungkan PKG.
Inovasi bisnis PKG tidak hanya bagaimana caranya menjual rumah atau sekadar mengejar profit margin, tetapi menciptakan daya tarik melalui kelengkapan lingkungan. PKG membangun ekosistem
perumahan yang lengkap dari fasilitas ibadah, olahraga, dan taman, hingga dukungan UMKM dan area kuliner yang dapat dinikmati dengan skema DP ringan 1% dan cicilan satu jutaan sampai lunas. Ia percaya lingkungan inilah yang membuat orang jatuh cinta dan menjadi pembeda utama PKG.
Adapun bentuk kontribusi dan kolaborasi PKG terhadap program pemerintah meliputi dua hal utama yang diyakini sangat bermanfaat. Pertama, memberikan masukan factual kepada pemerintah, seperti menyampaikan data yang terjadi di lapangan. Informasi ini berfungsi sebagai bahan pertimbangan penting bagi pemerintah dalam merumuskan regulasi yang lebih aplikatif dan memudahkan bagi semua pihak.
Kedua. Mensosialisasikan regulasi dan praktik terbaik kepada sesama pengusaha. Pesona Kahuripan tidak pelit berbagi informasi terkini mengenai aturan dan strategi pemasaran yang efektif, mengingat tidak semua pengusaha memiliki akses atau pemahaman yang sama terhadap regulasi. PKG aktif berbagi ilmu dan pengalaman dengan sesama pengembang melalui kegiatan studi banding yang dihadiri oleh banyak peserta dari seluruh Indonesia.
“Saya sering diundang sebagai narasumber di berbagai elemen. Saya banyak membagikan tentang proses bisnis yang dilakukan oleh Pesona Kahuripan, ini juga bentuk kontribusi kepada pemerintah, hasilnya Wallahu a’lam, tapi sejauh ini banyak yang menyampaikan penjualannya jadi kenceng, itu sama dengan ada kontribusi ke pemerintah,” pungkas Angga. (SN)














