Siarnusantara.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas (ZI) di instansi pemerintah tidak boleh dipahami hanya sebagai pemenuhan indikator teknis untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) atau Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Menurutnya, ZI harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam keseharian aparatur, sehingga masyarakat benar-benar merasakan perubahan kualitas pelayanan publik. Dalam arahannya, Menteri PANRB menyampaikan keprihatinan bahwa masih ada instansi yang terjebak pada pola pikir administratif.
Mereka hanya berfokus memenuhi syarat penilaian agar mendapatkan predikat WBK/WBBM, tanpa memastikan bahwa perubahan nyata terjadi di lapangan. Padahal, esensi ZI adalah menghadirkan birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani dengan sepenuh hati.
“Zona Integritas bukan sekadar memenuhi indikator. Yang lebih penting adalah bagaimana perubahan itu benar-benar terjadi dan dirasakan masyarakat,” tegas Menteri PANRB.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan ZI harus tercermin dari perubahan perilaku aparatur, mulai dari cara melayani masyarakat, transparansi dalam tata kelola, hingga konsistensi menjaga integritas. Menurutnya, predikat WBK/WBBM hanyalah bonus, bukan tujuan akhir. Tujuan utama adalah membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan publik.
Menteri PANRB juga menekankan bahwa ZI merupakan bagian dari agenda besar reformasi birokrasi. Dengan ZI, instansi pemerintah diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara. “Kepercayaan publik adalah modal utama. Tanpa itu, birokrasi tidak akan pernah bisa menjalankan fungsinya dengan baik,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa konsistensi adalah kunci. Pencapaian predikat WBK/WBBM tidak boleh berhenti sebagai pencapaian sesaat, melainkan harus dijaga dan ditingkatkan. Aparatur dituntut untuk terus berinovasi, memperbaiki sistem, dan memastikan pelayanan publik semakin mudah, cepat, serta transparan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PANRB juga mengajak seluruh pimpinan instansi untuk menjadikan ZI sebagai gerakan bersama. Ia menekankan bahwa keberhasilan ZI tidak bisa dicapai hanya oleh satu unit kerja, melainkan harus melibatkan seluruh jajaran, dari pimpinan hingga pelaksana di lapangan.
Dengan penegasan ini, Menteri PANRB ingin memastikan bahwa pembangunan Zona Integritas benar-benar menjadi transformasi budaya birokrasi, bukan sekadar pencapaian administratif. Harapannya, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani.














