Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Nasional

ROBOT PENGANTAR MAKANAN

×

ROBOT PENGANTAR MAKANAN

Sebarkan artikel ini

SIARNUSANTARA.ID – tengah mobilitas kota yang semakin padat, inovasi teknologi kem bali memimpin perubahan dengan menghadirkan robot pengantar makanan— solusi futuristik yang mulai menarik perha tian dibanding layanan pengantar makanan online konvensional. Melalui aplikasi Uber Eats di Kota Leeds, Inggris, robot-robot kecil ini meluncur otomatis di trotoar dan kawasan komersial bahkan kampus, men jemput pesanan hingga mengantarkannya ke titik tujuan dengan akurasi tinggi. Tanpa terhambat kemacetan atau ketidakpastian lalu lintas, robot pengantar makanan men awarkan layanan yang lebih stabil, higienis, dan berbiaya operasional rendah.

Kehadirannya bukan lagi sekadar eksper imen teknologi, melainkan pilihan nyata yang mulai menantang model pengantaran tra disional dan menunjukkan bagaimana masa depan layanan makanan dapat bergerak tanpa campur tangan manusia sama sekali.

Robot bermesin otomatik beroda enam ini telah mengantarkan bahan makanan kepada warga di beberapa bagian Leeds sejak 2022, saat kemitraan dengan Co-op dimulai.

Mulai bulan depan, teknologi ini akan diperluas ke Kota Headingley, Hyde Park, dan Woodhouse, dan tersedia untuk sejumlah bisnis melalui aplikasi Uber Eats.

Anggota dewan Headingley dan Hyde Park, Jonathan Pryor, mengatakan bahwa ro bot-robot yang “sudah teruji dan terbukti” ini telah terbukti menjadi “kesuksesan yang nyata” di kota tersebut.

Robot-robot tersebut akan mampu menyelesaikan pengiriman dalam waktu kurang dari 30 menit untuk jarak hingga dua mil (3,2 km), menurut juru bicara perusa haan di balik pengembangan robot tersebut, Starship Technologies.

Pryor mengatakan robot-robot tersebut akan membantu mengurangi kemacetan di wilayah tersebut dan meningkatkan kualitas udara. “Salah satu masalah yang kami hadapi adalah tingkat kemacetan yang tinggi, dan banyak kemacetan disebabkan oleh orang orang yang melakukan perjalanan singkat,” katanya.

Dia mengakui bahwa gagasan bertemu robot di jalan mungkin terasa sedikit aneh, tetapi menambahkan: “Ini memang terasa seperti arah perkembangan teknologi saat ini”.

Pryor juga tenang terkait potensi keja hatan dan masalah keamanan, mengingat robot-robot tersebut akan berbagi jalan dengan “ribuan” peserta Otley Run pub crawl setiap minggu. “Mereka sangat sopan, mereka tidak akan menabrak seseorang,” katanya.

“Mereka terkunci saat makanan sudah dimasukkan, jadi Anda tidak bisa membu kanya begitu saja. Setelah tiba di tujuan, Anda membukanya (menggunakan aplikasi).”

Kekhawatiran keamanan yang sebelum nya diangkat tentang mesin-mesin tersebut saat diluncurkan oleh toko Co-op di Adel dan Tinshill ternyata tidak berdasar, tambahnya.

Seorang juru bicara Starship mengatakan mesin-mesin tersebut telah menyelesaikan lebih dari sembilan juta pengiriman di tujuh negara. Perusahaan berencana untuk memperluas operasinya ke beberapa negara Eropa pada tahun 2026.

“Perusahaan telah mengatasi tantangan utama seperti validasi keamanan, persetu juan regulasi di tujuh negara, keandalan dalam segala cuaca, dan keuntungan skala besar,” kata juru bicara tersebut.

Langkah menuju masa depan disam but baik oleh warga Headingley. “Kita harus mengikuti arus,” ujar seorang warga, Mar garet.

“Saya ketinggalan zaman dalam hal te knologi, tapi mari kita hadapi – dunia terus berkembang,” sambungnya.

Chloe adalah salah satu dari beberapa mahasiswa yang tinggal di daerah tersebut yang menyambut baik perubahan ini, meski pun dia memiliki beberapa kekhawatiran.

“Sepertinya ini adalah perkembangan alami dari apa yang dunia hadapi,” katanya.

“Apakah itu hal yang baik atau tidak, saya tidak begitu yakin.

“Saya suka ide seseorang datang ke pintu dengan makanan yang saya pesan, tapi mungkin akan lebih andal dan cepat.” pungkasnya. (BBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *