Iklan - Scroll untuk melanjutkan
Nasional

STRATEGI TUMBUH PTPN I DENGARKAN PELANGGAN

×

STRATEGI TUMBUH PTPN I DENGARKAN PELANGGAN

Sebarkan artikel ini

Siarnusantara.id – Di tengah dinamika pasar global yang terus berubah dan kompetisi yang semakin ketat, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) terus berbenah. Perusahaan milik negara yang bergerak di sektor agribisnis ini menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi produsen komoditas primer seperti teh, kopi, dan karet, tetapi juga menjadi pelaku agribisnis modern yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan konsumen.

Kepercayaan dibangun bukan hanya dari mutu produk, tetapi juga dari kesediaan untuk mendengar dan terus berbenah.

Mutu menjadi titik pijak dari seluruh proses bisnis PTPN I. Di tengah gempuran produk global dan meningkatnya tuntutan pasar terhadap standar kualitas, PTPN I menerapkan sistem pengendalian mutu terpadu dari hulu ke hilir. Mulai dari pemilihan bibit unggul, budidaya berkelanjutan, panen, hingga pengolahan dan pengemasan semua diawasi secara ketat oleh tim Quality Control di setiap lini produksi.

“Mutu bukan sekadar tujuan, tetapi fondasi kepercayaan yang harus dijaga di setiap tahap proses,” ujar Landi Rizaldi Mangaweang, Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I kepada Siar Nusantara. Dia menambahkan, sistem ini memungkinkan perusahaan menjaga konsistensi kualitas di pasar domestik maupun internasional.

Untuk mendukung komitmen tersebut, ditegaskannya, PTPN I telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional seperti SNI, ISO, Rainforest Alliance, dan halal. Sertifikasi ini bukan hanya jaminan mutu, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial lingkungan. Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan secara berkala menggelar pelatihan bagi para pekerja dan staf produksi agar memiliki pemahaman yang mendalam terhadap standar global dan pentingnya menjaga kualitas. “Kualitas produk dimulai dari kualitas manusianya,” tegas Landi.

PTPN I kini memasuki fase baru transformasi melalui strategi diversifikasi produk dan inovasi.

Namun PTPN I menyadari bahwa di era saat ini, kualitas produk perlu diimbangi dengan citra yang kuat dan komunikasi yang konsisten. Karena itu, perusahaan aktif membangun branding yang positif melalui narasi di media sosial, desain kemasan yang lebih modern, serta partisipasi dalam berbagai pameran nasional dan internasional. Salah satu merek andalannya, Rollaas.
Rollaas, menurutnya, kini dikenal bukan hanya karena kualitas tehnya, tetapi juga karena tampilan dan reputasi yang elegan
dan terpercaya.

Lebih jauh, Landi mengungkap, suara konsumen menjadi bagian integral dalam proses perbaikan. Bagi PTPN I, setiap masukan dan keluhan bukan dianggap sebagai hambatan, tetapi justru peluang untuk berbenah. Perusahaan membuka berbagai kanal komunikasi—dari email, media sosial, hingga forum langsung di lapangan untuk menyerap keluhan dan saran. Setiap aduan yang masuk didokumentasikan dalam sistem pengelolaan pengaduan dan langsung ditindaklanjuti oleh unit terkait. Tim pemasaran dan mutu melakukan evaluasi berkala untuk mencari pola masalah dan menyusun langkah perbaikan.

Salah satu contoh nyata adalah inovasi kemasan ramah lingkungan yang dihadirkan sebagai respons atas masukan konsumen
yang peduli lingkungan. “Setiap suara pelanggan adalah masukan yang sangat berharga. Kami dengarkan, kami tindak lanjuti, dan kami perbaiki,” kata Landi menegaskan pentingnya umpan balik dalam pengambilan keputusan.

Tak berhenti di sana, PTPN I kini memasuki fase baru transformasi melalui strategi diversifikasi produk dan inovasi. Menyadari bahwa ketergantungan pada bahan mentah tidak lagi cukup untuk menghadapi fluktuasi pasar global, perusahaan mulai mengembangkan produk bernilai tambah. Produk seperti cold brew coffee, teh fungsional berbasis rempah lokal, serta produk kemasan premium tengah dikembangkan untuk menjawab tren gaya hidup sehat dan pasar urban. Di sektor karet, hilirisasi mulai dijalankan melalui pengembangan produk turunan seperti sarung tangan lateks, sol sepatu, hingga komponen otomotif.

Langkah-langkah ini juga diperkuat dengan penerapan teknologi pertanian presisi mulai dari pemanfaatan sensor dan drone, hingga analitik data untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi. Semua ini menjadi bagian dari peta jalan menuju PTPN I sebagai perusahaan agribisnis yang terintegrasi secara vertikal dan berbasis inovasi. “Kami ingin membangun PTPN I sebagai pelaku agribisnis masa depan. Tidak hanya andal dalam produksi, tapi juga unggul dalam nilai tambah, pelayanan, dan kepuasan konsumen,” pungkasnya. (SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *